{"id":7170,"date":"2026-05-27T13:51:38","date_gmt":"2026-05-27T05:51:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/?p=7170"},"modified":"2026-06-05T15:20:35","modified_gmt":"2026-06-05T07:20:35","slug":"panduan-pengendalian-inventaris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/inventory-control-guide","title":{"rendered":"Panduan Pengendalian Persediaan (2026): Dari Inspeksi Penerimaan hingga Permintaan Material, Pengeluaran Persediaan, Pengembalian, dan Pengisian Kembali"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan tahun 2026 ini ditujukan untuk tim pergudangan, operasional, inventaris, dan pengadaan yang membutuhkan cara yang lebih terhubung untuk mengontrol pergerakan stok, mengurangi tindak lanjut manual, dan menjaga keandalan catatan inventaris seiring pertumbuhan volume.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah inventaris jarang dimulai dengan satu kesalahan yang jelas. Lebih sering, masalah tersebut berkembang melalui celah-celah kecil antara penerimaan, penyimpanan, permintaan, pengeluaran stok, pengembalian, pengisian ulang, dan konfirmasi pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengiriman tiba tetapi catatan inspeksi tidak lengkap. Tim produksi meminta material tanpa detail item yang cukup. Stok dikeluarkan tetapi tidak dicatat dengan jelas. Barang yang dikembalikan masih dalam proses peninjauan. Kondisi stok rendah baru ditemukan setelah proses pengambilan barang gagal. Setiap masalah mungkin tampak kecil secara individual, tetapi secara bersama-sama, masalah-masalah ini menciptakan catatan inventaris yang membuat tim kehilangan kepercayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panduan pengendalian persediaan ini menjelaskan cara menyusun alur kerja mulai dari inspeksi penerimaan hingga permintaan material, pengeluaran persediaan, pengembalian, pengisian ulang, dan bukti pengiriman, dengan poin-poin penting praktis untuk setiap tahap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"what-is-inventory-control\"><\/span>Apa itu pengendalian persediaan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian persediaan adalah proses mengelola bagaimana stok diterima, disimpan, dikeluarkan, dikembalikan, diisi ulang, dan dikonfirmasi dalam operasi harian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya bukan sekadar mengetahui stok yang ada. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap pergerakan inventaris penting terlihat, akurat, dan mudah dilacak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pengendalian inventaris yang kuat membantu tim menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah stok yang masuk diperiksa sebelum masuk ke inventaris yang dapat digunakan?<\/li>\n\n\n\n<li>Siapa yang meminta materi tersebut, dan untuk tujuan apa?<\/li>\n\n\n\n<li>Barang apa saja yang dikeluarkan, dikembalikan, atau disesuaikan?<\/li>\n\n\n\n<li>Barang apa saja yang stoknya menipis?<\/li>\n\n\n\n<li>Tindakan pengisian ulang mana yang masih terbuka?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah pengiriman telah selesai dan dikonfirmasi?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika jawaban-jawaban ini tersebar di berbagai spreadsheet, pesan obrolan, dan catatan kertas, pengendalian inventaris menjadi jauh lebih sulit daripada yang seharusnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"why-inventory-workflows-become-hard-to-manage\"><\/span>Mengapa alur kerja inventaris menjadi sulit dikelola?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pekerjaan inventaris biasanya melibatkan beberapa tim. Tim penerimaan memeriksa barang yang masuk. Tim gudang menyimpan dan memindahkan stok. Tim operasional meminta material. Perencana pengadaan atau inventaris menangani pengisian ulang. Tim pengiriman mengkonfirmasi pergerakan barang keluar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika setiap langkah dikelola secara terpisah, alur kerja biasanya akan mengalami masalah yang sama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Stok barang yang masuk ke gudang tanpa catatan inspeksi lengkap.<\/li>\n\n\n\n<li>Permintaan material tidak mencantumkan kode barang, jumlah, atau tanggal yang dibutuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Masalah stok ditangani secara informal.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengembalian dana tidak ditinjau dengan cukup cepat.<\/li>\n\n\n\n<li>Barang yang stoknya menipis baru disadari terlalu terlambat.<\/li>\n\n\n\n<li>Konfirmasi pengiriman terputus dari catatan inventaris.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan pengendalian persediaan adalah untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Alur kerja harus mempermudah pencatatan, peninjauan, dan penyerahan setiap pergerakan ke langkah selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-1-inspect-incoming-goods-before-they-enter-usable-stock\"><\/span>Langkah 1: periksa barang yang masuk sebelum masuk ke stok yang dapat digunakan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inspeksi penerimaan merupakan salah satu titik kontrol pertama dalam alur kerja inventaris. Hal ini membantu tim memverifikasi apakah barang yang masuk sesuai dengan harapan sebelum diterima ke dalam stok atau dikirim untuk digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses inspeksi penerimaan yang praktis biasanya harus memeriksa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>informasi pemasok atau pengiriman<\/li>\n\n\n\n<li>nomor pesanan pembelian atau referensi penerimaan<\/li>\n\n\n\n<li>nama barang dan kode barang<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah yang diterima<\/li>\n\n\n\n<li>kerusakan yang terlihat atau masalah pengemasan<\/li>\n\n\n\n<li>masalah kualitas atau spesifikasi<\/li>\n\n\n\n<li>status diterima, ditolak, atau tertunda<\/li>\n\n\n\n<li>tindak lanjut dengan pemilik terkait pengecualian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini penting karena kesalahan penerimaan seringkali menimbulkan masalah inventaris di tahap selanjutnya. Jika kuantitas, kondisi, atau identitas barang salah sejak awal, catatan gudang selanjutnya akan lebih sulit dipercaya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-5-1024x640.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7171\" srcset=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-5-1024x640.png 1024w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-5-300x188.png 300w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-5-768x480.png 768w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-5-18x12.png 18w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-5.png 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inspeksi penerimaan membantu tim memverifikasi barang yang masuk sebelum barang tersebut menjadi persediaan yang dapat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tim Anda membutuhkan cara yang lebih konsisten untuk meninjau barang yang masuk, ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/receiving-inspection-checklist\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">daftar periksa inspeksi penerimaan<\/a> merupakan referensi praktis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-2-standardize-material-requests\"><\/span>Langkah 2: standarisasi permintaan material<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permintaan material seringkali menjadi titik awal di mana pengendalian inventaris mulai terhubung dengan operasional sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim produksi mungkin membutuhkan bahan baku. Tim pemeliharaan mungkin membutuhkan suku cadang. Tim gudang mungkin membutuhkan perlengkapan pengemasan. Jika permintaan ini ditangani secara informal, tim inventaris akan menghabiskan waktu ekstra untuk mengklarifikasi apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan, dan ke mana harus dikirim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permintaan material yang bermanfaat harus mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>nama pemohon<\/li>\n\n\n\n<li>departemen atau area kerja<\/li>\n\n\n\n<li>nama bahan atau barang<\/li>\n\n\n\n<li>kode barang atau SKU jika tersedia<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah yang diminta<\/li>\n\n\n\n<li>tanggal yang dibutuhkan<\/li>\n\n\n\n<li>lokasi tujuan atau penggunaan<\/li>\n\n\n\n<li>alasan permintaan<\/li>\n\n\n\n<li>urgensi atau prioritas<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya adalah untuk mengurangi bolak-balik sebelum tim gudang atau inventaris menindaklanjuti permintaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-1024x640.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7172\" srcset=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-1024x640.png 1024w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-300x188.png 300w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-768x480.png 768w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6-18x12.png 18w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-6.png 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permintaan material akan berjalan lebih baik jika detail barang, kuantitas, tujuan, dan waktu pengiriman dicantumkan dengan jelas saat pengajuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi tim yang menginginkan titik penerimaan terstruktur untuk kebutuhan stok internal, ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/material-request-form\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">formulir permintaan material<\/a> memberikan titik awal yang bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-3-record-material-and-inventory-issues-clearly\"><\/span>Langkah 3: Catat dengan jelas masalah material dan inventaris.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah permintaan material diajukan, tim masih membutuhkan cara yang andal untuk mencatat apa yang sebenarnya dikeluarkan atau diambil dari stok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah banyak catatan inventaris mulai melenceng. Sebuah tim mungkin mengambil barang dari gudang, tetapi alasan, jumlah, pemilik, atau tujuan pengambilan mungkin tidak tercatat dengan cukup jelas untuk ditinjau kemudian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses penyelesaian masalah yang kuat biasanya harus mencakup hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>nama barang dan kode barang<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah yang dikeluarkan<\/li>\n\n\n\n<li>lokasi sumber<\/li>\n\n\n\n<li>tujuan atau pengguna<\/li>\n\n\n\n<li>alasan masalah<\/li>\n\n\n\n<li>minta referensi jika berlaku<\/li>\n\n\n\n<li>pemberi persetujuan atau peninjau jika diperlukan<\/li>\n\n\n\n<li>dampak sisa stok<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alur kerja pengeluaran material dan inventaris sangat penting terutama ketika stok digunakan di berbagai tim, lokasi, proyek, atau lini produksi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-7-1024x640.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7173\" srcset=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-7-1024x640.png 1024w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-7-300x188.png 300w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-7-768x480.png 768w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-7-18x12.png 18w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-7.png 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan masalah inventaris membantu tim memahami mengapa stok keluar dari inventaris dan siapa yang bertanggung jawab atas tindak lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tim Anda membutuhkan catatan yang lebih jelas mengenai stok yang keluar dari inventaris, ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/inventory-issue-form\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">formulir masalah inventaris<\/a> dapat membantu menstandarisasi pelacakan masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-4-manage-inventory-returns-before-they-create-record-problems\"><\/span>Langkah 4: kelola pengembalian inventaris sebelum menimbulkan masalah pencatatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembalian inventaris mudah diremehkan. Barang yang dikembalikan mungkin masih bisa digunakan, rusak, kedaluwarsa, tidak lengkap, atau sedang menunggu inspeksi. Jika proses pengembalian tidak jelas, tim mungkin secara tidak sengaja mencampur stok yang dikembalikan ke dalam inventaris yang masih bisa digunakan terlalu dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pengembalian inventaris yang praktis harus mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>tim atau orang yang kembali<\/li>\n\n\n\n<li>nama barang dan kode barang<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah yang dikembalikan<\/li>\n\n\n\n<li>alasan pengembalian<\/li>\n\n\n\n<li>kondisi barang<\/li>\n\n\n\n<li>hasil inspeksi<\/li>\n\n\n\n<li>keputusan untuk mengisi kembali stok, karantina, perbaikan, atau pembuangan<\/li>\n\n\n\n<li>pemilik tindak lanjut<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kuncinya adalah memisahkan pengembalian fisik dari keputusan inventaris. Hanya karena suatu barang dikembalikan bukan berarti barang tersebut harus langsung kembali ke stok yang dapat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-8-1024x640.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7174\" srcset=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-8-1024x640.png 1024w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-8-300x188.png 300w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-8-768x480.png 768w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-8-18x12.png 18w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-8.png 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembalian inventaris memerlukan peninjauan kondisi yang jelas sebelum barang dimasukkan kembali ke stok atau dikeluarkan dari inventaris yang dapat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pengembalian barang merupakan sumber kebingungan inventaris yang berulang, maka ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/inventory-return-form\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">formulir pengembalian inventaris<\/a> merupakan referensi yang bermanfaat untuk menstandarisasi tinjauan dan tindak lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-5-catch-low-stock-risks-before-they-become-stockouts\"><\/span>Langkah 5: Atasi risiko kekurangan stok sebelum menyebabkan kehabisan stok.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian persediaan juga bergantung pada sinyal pengisian ulang yang tepat waktu. Jika tim baru menyadari kekurangan stok ketika permintaan tidak dapat dipenuhi, alur kerja sudah bereaksi terlalu lambat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pengelolaan stok rendah yang praktis harus mendefinisikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>item mana yang penting<\/li>\n\n\n\n<li>tingkat stok minimum<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah yang tersedia saat ini<\/li>\n\n\n\n<li>pemilik pengisian ulang<\/li>\n\n\n\n<li>waktu yang dibutuhkan<\/li>\n\n\n\n<li>status pembelian atau pengisian ulang terbuka<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sangat penting terutama untuk material, suku cadang, atau stok yang perputarannya cepat dan memengaruhi produksi, penyampaian layanan, atau komitmen pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-9-1024x640.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7175\" srcset=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-9-1024x640.png 1024w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-9-300x188.png 300w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-9-768x480.png 768w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-9-18x12.png 18w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-9.png 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peringatan stok rendah membantu tim bertindak sebelum kekurangan stok mengganggu proses pengambilan, produksi, atau pemenuhan pesanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi tim yang membutuhkan cara yang lebih jelas untuk mengidentifikasi risiko kekurangan, ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/low-stock-alert-form\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">formulir peringatan stok rendah<\/a> adalah contoh praktis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-6-track-replenishment-until-the-gap-is-closed\"><\/span>Langkah 6: pantau pengisian ulang hingga kesenjangan tertutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peringatan stok rendah hanya berguna jika tindakan pengisian ulang terlihat hingga selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim pergudangan dan inventaris biasanya perlu melacak:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>barang atau bahan yang perlu diisi ulang<\/li>\n\n\n\n<li>tingkat stok saat ini<\/li>\n\n\n\n<li>tingkat stok target<\/li>\n\n\n\n<li>sumber pengisian ulang<\/li>\n\n\n\n<li>pemilik<\/li>\n\n\n\n<li>tanggal penyelesaian yang diharapkan<\/li>\n\n\n\n<li>status terbuka, tertunda, atau selesai<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa lapisan tindak lanjut tersebut, peringatan stok rendah dapat berubah menjadi daftar lain yang diperiksa orang secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pekerjaan pengisian ulang memerlukan kepemilikan dan status yang lebih jelas, maka... <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/warehouse-replenishment-tracker\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pelacak pengisian ulang gudang<\/a> dapat membantu tim memantau item mana yang masih memerlukan tindakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"step-7-connect-delivery-confirmation-to-inventory-records\"><\/span>Langkah 7: hubungkan konfirmasi pengiriman dengan catatan inventaris<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian persediaan tidak berhenti ketika stok meninggalkan gudang. Jika barang dikirim secara internal atau eksternal, tim sering kali memerlukan konfirmasi bahwa penyerahan telah selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses bukti pengiriman dapat mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>nama penerima<\/li>\n\n\n\n<li>Tanggal dan waktu pengiriman<\/li>\n\n\n\n<li>barang yang dikirim<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah yang dikirim<\/li>\n\n\n\n<li>tanda tangan atau bukti konfirmasi<\/li>\n\n\n\n<li>catatan pengiriman atau pengecualian<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini menjadi sangat berguna terutama ketika perselisihan, barang yang hilang, atau konfirmasi yang tertunda memengaruhi kepercayaan terhadap inventaris.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-10-1024x640.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7176\" srcset=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-10-1024x640.png 1024w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-10-300x188.png 300w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-10-768x480.png 768w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-10-18x12.png 18w, https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/image-10.png 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan bukti pengiriman membantu menghubungkan pergerakan inventaris keluar dengan penerimaan yang telah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tim Anda membutuhkan cara yang lebih rapi untuk mengkonfirmasi pengiriman, ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/proof-of-delivery-form\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">formulir bukti pengiriman<\/a> dapat mendukung penyerahan akhir tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"common-inventory-control-mistakes\"><\/span>Kesalahan umum dalam pengendalian persediaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan tim dengan staf gudang yang teliti pun dapat mengalami masalah inventaris jika alur kerja tidak cukup terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan umum meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>menerima barang masuk tanpa catatan inspeksi lengkap<\/li>\n\n\n\n<li>menggunakan pesan informal untuk permintaan material<\/li>\n\n\n\n<li>mencatat saham yang diterbitkan tanpa alasan atau pemilik yang jelas<\/li>\n\n\n\n<li>mencampur barang retur ke dalam stok yang dapat digunakan terlalu cepat.<\/li>\n\n\n\n<li>Menemukan masalah kekurangan stok hanya setelah permintaan gagal.<\/li>\n\n\n\n<li>pelacakan pengisian ulang tanpa kepemilikan yang jelas<\/li>\n\n\n\n<li>Memutuskan hubungan antara konfirmasi pengiriman dan catatan inventaris.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah-masalah ini biasanya bukan berasal dari kurangnya upaya. Masalah-masalah ini muncul dari transisi yang lemah antar tahapan inventaris.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"when-spreadsheets-stop-being-enough\"><\/span>Ketika spreadsheet tidak lagi cukup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spreadsheet dapat berfungsi dengan baik ketika volume inventaris rendah dan hanya sedikit orang yang memperbarui catatan. Namun, spreadsheet menjadi rentan ketika tim perlu mengelola berbagai jenis pergerakan, persetujuan, pengecualian, dan tugas tindak lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim biasanya mulai meninggalkan penggunaan spreadsheet ketika mereka melihat tanda-tanda seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>catatan permintaan duplikat<\/li>\n\n\n\n<li>riwayat pergerakan saham yang tidak jelas<\/li>\n\n\n\n<li>tindak lanjut yang lambat terhadap pengembalian atau masalah.<\/li>\n\n\n\n<li>Risiko kekurangan stok baru diketahui terlalu terlambat.<\/li>\n\n\n\n<li>Tim yang berbeda memelihara daftar inventaris terpisah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spreadsheet dapat menyimpan data inventaris. Namun, biasanya spreadsheet tidak dapat mengelola alur kerja pengendalian inventaris secara menyeluruh dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tim Anda membutuhkan satu struktur yang lebih luas untuk catatan inventaris, ini <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\/inventory-management-form\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">formulir manajemen inventaris<\/a> merupakan referensi yang berguna untuk mengatur informasi saham dan konteks pergerakannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"final-takeaway\"><\/span>Kesimpulan akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengendalian persediaan akan berjalan optimal jika setiap pergerakan stok utama memiliki catatan yang jelas dan langkah selanjutnya yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inspeksi penerimaan, permintaan material, pengeluaran stok, pengembalian, peringatan stok rendah, pengisian ulang, dan konfirmasi pengiriman bukanlah tugas yang terpisah. Semuanya merupakan bagian yang saling terkait dari alur kerja operasional yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika tim menghubungkan tahapan-tahapan tersebut, mereka mengurangi tindak lanjut manual, meningkatkan visibilitas inventaris, dan membuat catatan stok lebih mudah dipercaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tim Anda sedang meninjau bagaimana alur kerja inventaris ini seharusnya saling terkait, Jodoo dapat membantu. <a href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/ai\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pustaka templat AI<\/a> Memberikan contoh praktis di berbagai bidang seperti penerimaan barang, permintaan material, pelacakan masalah, pengembalian barang, pengisian ulang persediaan, dan konfirmasi pengiriman.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan pengendalian inventaris untuk tim operasional dan gudang: pelajari cara menghubungkan inspeksi penerimaan, permintaan material, masalah inventaris, pengembalian, peringatan stok rendah, pengisian ulang, dan konfirmasi pengiriman ke dalam satu alur kerja yang lebih jelas.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":7121,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-7170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-solutions"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment - Jodoo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Inventory control guide for operations and warehouse teams: learn how to connect receiving inspection, material requests, inventory issues, returns, low-stock alerts, replenishment, and delivery confirmation into one clearer workflow.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/panduan-pengendalian-inventaris\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment - Jodoo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Inventory control guide for operations and warehouse teams: learn how to connect receiving inspection, material requests, inventory issues, returns, low-stock alerts, replenishment, and delivery confirmation into one clearer workflow.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/panduan-pengendalian-inventaris\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jodoo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/company.jodoo\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-27T05:51:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-05T07:20:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/sales-cover.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"464\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jodoo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@JodooHQ\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@JodooHQ\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jodoo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide\"},\"author\":{\"name\":\"Jodoo\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b958cef486b1eb00d0f82e6f0a294481\"},\"headline\":\"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment\",\"datePublished\":\"2026-05-27T05:51:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-05T07:20:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide\"},\"wordCount\":1593,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/sales-cover.png\",\"articleSection\":[\"Solutions\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide\",\"name\":\"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment - Jodoo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/sales-cover.png\",\"datePublished\":\"2026-05-27T05:51:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-05T07:20:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b958cef486b1eb00d0f82e6f0a294481\"},\"description\":\"Inventory control guide for operations and warehouse teams: learn how to connect receiving inspection, material requests, inventory issues, returns, low-stock alerts, replenishment, and delivery confirmation into one clearer workflow.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/sales-cover.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/sales-cover.png\",\"width\":768,\"height\":464},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/inventory-control-guide#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"\u9996\u9875\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Jodoo Blog\",\"description\":\"Get the latest information about no-code development, updates, events, and other news about Jodoo.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b958cef486b1eb00d0f82e6f0a294481\",\"name\":\"Jodoo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/250e0d43b77e764b8fd961bf41dc0e46963912235f6724430a4fdb771e857168?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/250e0d43b77e764b8fd961bf41dc0e46963912235f6724430a4fdb771e857168?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/250e0d43b77e764b8fd961bf41dc0e46963912235f6724430a4fdb771e857168?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jodoo\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/wp.sre.jodoodevelop.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.jodoo.com\\\/blog\\\/id-id\\\/author\\\/wp-admin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Pengendalian Persediaan (2026): Dari Inspeksi Penerimaan hingga Permintaan Material, Masalah Persediaan, Pengembalian, dan Pengisian Ulang - Blog Jodoo","description":"Panduan pengendalian inventaris untuk tim operasional dan gudang: pelajari cara menghubungkan inspeksi penerimaan, permintaan material, masalah inventaris, pengembalian, peringatan stok rendah, pengisian ulang, dan konfirmasi pengiriman ke dalam satu alur kerja yang lebih jelas.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/panduan-pengendalian-inventaris\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment - Jodoo Blog","og_description":"Inventory control guide for operations and warehouse teams: learn how to connect receiving inspection, material requests, inventory issues, returns, low-stock alerts, replenishment, and delivery confirmation into one clearer workflow.","og_url":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/panduan-pengendalian-inventaris\/","og_site_name":"Jodoo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/company.jodoo","article_published_time":"2026-05-27T05:51:38+00:00","article_modified_time":"2026-06-05T07:20:35+00:00","og_image":[{"width":768,"height":464,"url":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/sales-cover.png","type":"image\/png"}],"author":"Jodoo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@JodooHQ","twitter_site":"@JodooHQ","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Jodoo","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide"},"author":{"name":"Jodoo","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/#\/schema\/person\/b958cef486b1eb00d0f82e6f0a294481"},"headline":"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment","datePublished":"2026-05-27T05:51:38+00:00","dateModified":"2026-06-05T07:20:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide"},"wordCount":1593,"image":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/sales-cover.png","articleSection":["Solutions"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide","url":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide","name":"Panduan Pengendalian Persediaan (2026): Dari Inspeksi Penerimaan hingga Permintaan Material, Masalah Persediaan, Pengembalian, dan Pengisian Ulang - Blog Jodoo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/sales-cover.png","datePublished":"2026-05-27T05:51:38+00:00","dateModified":"2026-06-05T07:20:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/#\/schema\/person\/b958cef486b1eb00d0f82e6f0a294481"},"description":"Panduan pengendalian inventaris untuk tim operasional dan gudang: pelajari cara menghubungkan inspeksi penerimaan, permintaan material, masalah inventaris, pengembalian, peringatan stok rendah, pengisian ulang, dan konfirmasi pengiriman ke dalam satu alur kerja yang lebih jelas.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#primaryimage","url":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/sales-cover.png","contentUrl":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/sales-cover.png","width":768,"height":464},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/inventory-control-guide#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"\u9996\u9875","item":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inventory Control Guide (2026): From Receiving Inspection to Material Requests, Inventory Issues, Returns, and Replenishment"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/","name":"Blog Jodoo","description":"Dapatkan informasi terbaru tentang pengembangan tanpa kode, pembaruan, acara, dan berita lainnya tentang Jodoo.","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/#\/schema\/person\/b958cef486b1eb00d0f82e6f0a294481","name":"Jodoo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/250e0d43b77e764b8fd961bf41dc0e46963912235f6724430a4fdb771e857168?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/250e0d43b77e764b8fd961bf41dc0e46963912235f6724430a4fdb771e857168?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/250e0d43b77e764b8fd961bf41dc0e46963912235f6724430a4fdb771e857168?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jodoo"},"sameAs":["http:\/\/wp.sre.jodoodevelop.com"],"url":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/author\/wp-admin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7170"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7170\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7177,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7170\/revisions\/7177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jodoo.com\/blog\/id-id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}