HAID Group: Bagaimana Raksasa Pertanian Meningkatkan Kapasitas Layanan TI Hingga 2x Lipat dengan Revolusi Tanpa Kode

Otomatis

Pencatatan Data Peternakan Unggas

Jumlah Hari Kerja yang Dihemat per Batch

Peningkatan 2x

dalam Kapasitas Layanan TI

Dalam dunia pertanian modern yang penuh persaingan, selalu selangkah lebih maju bukan hanya keuntungan—tetapi juga sebuah kebutuhan. Bagi HAID Group, perusahaan global terkemuka di industri pertanian dan peternakan, ini berarti fokus tanpa henti pada inovasi dan efisiensi. Didirikan pada tahun 1998, HAID telah berkembang menjadi perusahaan besar dengan lebih dari 380 anak perusahaan, 30.000 karyawan, dan kapitalisasi pasar melebihi 1.441,5 miliar dolar AS. Sebagai perusahaan yang bangga dengan budaya pembelajarannya, HAID selalu memahami bahwa teknologi adalah kunci kesuksesan.

Namun, seiring dengan ekspansi perusahaan yang sangat pesat, layanan TI internalnya kesulitan untuk mengimbangi. Tim TI, sebuah kelompok kecil yang terdiri dari lebih dari 100 orang, bertanggung jawab untuk mendukung tenaga kerja yang berkembang pesat, yang telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari 15.000 menjadi 35.000 karyawan hanya dalam tiga tahun. Cara lama dalam melakukan sesuatu—mengandalkan pengembangan perangkat lunak tradisional dan proses manual—tidak lagi berkelanjutan. HAID membutuhkan pendekatan baru, yang memungkinkan mereka untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang lebih sedikit dan untuk menanggapi kebutuhan bisnis yang selalu berubah dengan cepat dan gesit.

Ini adalah kisah tentang bagaimana HAID Group mentransformasi layanan TI-nya, memberdayakan karyawannya, dan membuka tingkat efisiensi dan inovasi baru—semuanya dengan bantuan platform tanpa kode dan visi baru yang berani untuk masa depan pekerjaan.

Tantangan: Melakukan Lebih Banyak dengan Sumber Daya yang Lebih Sedikit di Lingkungan Pertumbuhan yang Sangat Cepat

Bagi departemen TI HAID, pertumbuhan pesat perusahaan menghadirkan dilema klasik: bagaimana mendukung basis pengguna yang berkembang pesat tanpa peningkatan jumlah staf TI yang sepadan. Tim tersebut menghadapi badai tantangan yang sempurna yang mengancam akan membebani sumber daya mereka dan menghambat pertumbuhan perusahaan.

Dilema Bisnis Baru: Studi Kasus di Bidang Peternakan Unggas

Ekspansi HAID ke bidang peternakan unggas memperjelas tantangan operasional ini. Usaha baru ini, tidak seperti bisnis pakan mereka yang sudah mapan, ditandai dengan model bisnis yang tidak pasti dan proses yang belum matang, menyoroti risiko yang melekat dan kebutuhan kritis akan sistem manajemen yang lebih ilmiah dan berbasis data.

Awalnya, divisi unggas dibanjiri tumpukan kertas. Sebanyak 981.000 data informasi pertanian—mulai dari angka kematian anak ayam hingga penggunaan pakan dan obat-obatan—dicatat secara manual. Hal ini menimbulkan sejumlah masalah:

Asimetri InformasiDepartemen-departemen yang berbeda memiliki versi kebenaran yang berbeda, sehingga mustahil untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang operasi tersebut.

Kurangnya TransparansiManajemen tidak memiliki visibilitas secara real-time terhadap proses pertanian, sehingga menyulitkan untuk mengoptimalkan keputusan dan menanggapi masalah dengan cepat.

Silo DataSatu-satunya sistem yang ada adalah alat penyelesaian keuangan yang hanya dapat diakses oleh segelintir orang dalam satu waktu. Tim produksi dan penjualan bekerja tanpa arah, tidak dapat mengakses data inventaris secara real-time.

Ketidakefisienan Akses Data yang Didorong oleh ManusiaKetika seorang manajer perlu mengetahui profitabilitas suatu batch, mereka harus menghubungi petugas gudang, yang kemudian harus mencarinya di sistem terpisah. Proses ini lambat, tidak efisien, dan rawan kesalahan.

Hambatan Layanan TI

Masalah yang paling mendesak adalah inefisiensi layanan TI. Tim tersebut mengandalkan sistem tiket tradisional, tetapi sistem tersebut gagal mengatasi volume permintaan yang tinggi. Lebih buruk lagi, staf dukungan TI yang dipekerjakan dari luar seringkali lambat merespons, yang menyebabkan frustrasi dan penundaan bagi bisnis.

“Sistem lama bersifat pasif,” kata seorang manajer TI senior di HAID. “Kami akan menetapkan tiket, dan seringkali tiket tersebut akan mengantre selama berjam-jam, atau bahkan berhari-hari. Tim bisnis tidak puas dengan kecepatan respons, dan kami tidak memiliki cara yang andal untuk mengukur atau meningkatkan kinerja layanan.“

Solusi: Strategi Tiga Pilar untuk Transformasi Digital

Menghadapi tantangan-tantangan ini, tim TI HAID merancang strategi tiga langkah yang brilian untuk mentransformasi operasional mereka dan memberdayakan bisnis. Inti dari strategi ini adalah Jodoo, sebuah platform tanpa kode yang akan menjadi mesin penggerak revolusi digital mereka.

Mendigitalkan Inti Sistem: Membangun Sistem Peternakan Unggas yang Cerdas

Untuk divisi unggas yang baru, prioritas utama adalah mengganti catatan berbasis kertas dengan alur kerja digital bersama. Dengan menggunakan Jodoo, tim membangun sistem manajemen unggas yang komprehensif dari awal, mencakup model peternakan mandiri dan peternakan kontrak.

Manajemen Proses LengkapSistem ini mendigitalisasi seluruh siklus hidup peternakan, mulai dari pengadaan anak ayam hingga penyelesaian penyembelihan. Ini termasuk pelacakan penggunaan pakan dan obat-obatan, pemantauan jadwal vaksinasi, dan pencatatan tingkat kematian harian.

Mengutamakan Perangkat Seluler untuk LapanganMenyadari bahwa sebagian besar pekerjaan dilakukan di lapangan, tim merancang solusi yang mengutamakan perangkat seluler. Teknisi kini dapat menggunakan ponsel mereka untuk merekam data selama inspeksi lapangan, bahkan di area tanpa jangkauan jaringan. Fitur check-in yang cerdas, dengan toleransi kesalahan 1 kilometer, memastikan bahwa semua kunjungan dicatat dan dilacak.

Dasbor Waktu NyataSemua data yang dikumpulkan di lapangan dimasukkan ke dalam serangkaian dasbor waktu nyata. Hal ini memberi para manajer gambaran terkini tentang seluruh operasi, memungkinkan mereka untuk melacak metrik utama, mengidentifikasi tren, dan membuat keputusan berdasarkan data.

Menggamifikasi Layanan TI dengan Model “Ambil dan Pergi”

Untuk mengatasi hambatan layanan TI, tim TI mendesain ulang model dukungannya. Mereka mengganti sistem tiket pasif mereka dengan sistem "pengambilan pesanan" yang dinamis dan berbasis gamifikasi yang dibangun di atas Jodoo.

Begini cara kerjanya:

Titik Kerja & TriaseSetiap tugas dukungan TI diberi nilai poin, dari 1 hingga 5, berdasarkan kompleksitasnya.

Pusat “Ambil dan Pergi”Ketika ada permintaan baru masuk, permintaan tersebut akan dikirim ke pusat "pengambilan pesanan" terpusat, di mana semua teknisi yang tersedia dapat melihatnya.

Kompetisi Waktu NyataTeknisi pertama yang "menerima" pesanan akan mendapatkan poin layanan yang sesuai. Ini menciptakan rasa persaingan yang sehat dan mendorong respons yang cepat.

Umpan Balik & AkuntabilitasSetelah tugas selesai, pengguna bisnis memberikan penilaian terhadap layanan yang mereka terima. Umpan balik ini dilacak pada dasbor bersama, menciptakan tingkat transparansi dan akuntabilitas yang baru.

Memberdayakan Pengembang Warga dengan ITBP

Untuk mengikuti perubahan kebutuhan bisnis yang cepat, HAID mengadopsi konsep IT Business Partner (ITBP). ITBP ditempatkan di unit bisnis untuk mengidentifikasi kebutuhan operasional dan membantu menemukan solusi digital yang ringan.

Dengan Jodoo, para ITBP (IT Business Partner) mampu menjadi pengembang warga, dengan cepat membangun dan melakukan iterasi pada aplikasi baru untuk mendukung usaha baru perusahaan. Hal ini memungkinkan mereka untuk bergerak secepat bisnis dan menciptakan solusi yang disesuaikan sepenuhnya dengan kebutuhan pengguna.

“Jodoo telah menjadi alat andalan kami untuk pembuatan prototipe dan pengembangan yang cepat,” kata seorang ITBP di HAID. “Kami dapat membangun aplikasi baru dalam hitungan hari, atau bahkan jam, dan kami dapat langsung memberikannya kepada pengguna untuk mendapatkan umpan balik.”

Hasilnya: Transformasi Digital yang Memberikan Hasil di Semua Aspek

Dampak transformasi digital HAID sungguh luar biasa. Dengan menerapkan pendekatan tanpa kode (no-code) dan memberdayakan karyawan mereka untuk menjadi pengembang warga (citizen developer), mereka telah membuka tingkat efisiensi, kelincahan, dan inovasi yang baru.

Revolusi di Ladang

Bagi divisi unggas, sistem baru ini telah mengubah segalanya. Peralihan dari kertas ke digital tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga memberikan tingkat visibilitas dan kontrol yang baru.

Menghemat 2 Hari Kerja Per KelompokDengan mendigitalisasi manajemen catatan pertanian, HAID mengurangi beban kerja manual sekitar 2 hari kerja per kelompok, sehingga pengumpulan dan peninjauan data menjadi lebih efisien.

Dari Jam ke Waktu NyataDashboard waktu nyata telah menghilangkan kebutuhan pencarian data manual, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi penting dari berjam-jam menjadi hampir nol.

Satu Sumber Kebenaran TunggalUntuk pertama kalinya, semua orang di divisi tersebut bekerja dari kumpulan data yang sama. Hal ini telah meningkatkan kolaborasi, mengurangi kesalahan, dan memungkinkan tingkat pengambilan keputusan berbasis data yang baru.

Melakukan Lebih Banyak dengan Sumber Daya yang Lebih Sedikit

Di tingkat perusahaan secara keseluruhan, hasil paling mencolok dari transformasi HAID adalah kenyataan bahwa mereka mampu meningkatkan kapasitas layanan TI mereka lebih dari dua kali lipat tanpa menambah satu pun personel ke dalam tim. Pada tahun 2019, tim TI yang beranggotakan lebih dari 100 orang kesulitan untuk mendukung 15.000 karyawan. Saat ini, tim yang sama dengan nyaman mendukung 35.000 karyawan, dan mereka melakukannya dengan tingkat layanan dan kepuasan yang lebih tinggi.

Prospek Masa Depan: Sebuah Perusahaan Cerdas yang Terhubung Sepenuhnya

HAID sudah berada dalam perjalanan transformasi digital, dan perusahaan ini memiliki visi yang jelas untuk masa depan. Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan sepenuhnya semua sistem mereka dan menciptakan platform data yang benar-benar terpadu yang akan menyediakan sumber kebenaran tunggal untuk seluruh perusahaan.

“Kami ingin mencapai titik di mana data bukan lagi produk sampingan dari operasional kami, tetapi menjadi denyut nadi bisnis kami,” kata seorang manajer TI senior. “Kami ingin menggunakan data untuk mengoptimalkan setiap aspek operasional kami, mulai dari rantai pasokan hingga lantai penjualan, dan untuk memberikan wawasan yang dibutuhkan para pemimpin kami agar dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan cepat.”

Kisah HAID Group adalah bukti nyata kekuatan transformatif teknologi tanpa kode. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah perusahaan dapat berbuat lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit, dan bagaimana perusahaan tersebut dapat memberdayakan karyawannya untuk menjadi arsitek kesuksesan mereka sendiri. Dan ini adalah kisah yang baru saja dimulai, karena HAID terus mendorong batas-batas kemungkinan di dunia pertanian modern yang terus berkembang.

Siap untuk mengembangkan transformasi digital Anda sendiri?

[Minta Demo Jodoo]