Abstrak: Apa itu pengembangan low-code? Apa saja fungsinya? Nilai apa yang dapat ditawarkan oleh pengembangan low-code? Artikel ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang pengembangan low-code dengan merangkum konsep dasar, nilai inti, dan fungsi fundamentalnya.
Pemahaman yang lebih baik tentang pengembangan high-code membantu untuk menyelami lebih dalam konsep, nilai inti, dan fungsi pengembangan low-code. Jadi, mari kita mulai dengan mengenal pengembangan high-code.
Apa itu High-Code?
Pengembangan kode tingkat tinggi mengacu pada pemrograman tradisional di mana programmer profesional mengembangkan aplikasi melalui banyak kode. Karena setiap orang menulis kode dengan cara yang berbeda, ada banyak cara untuk menyelesaikan tugas yang sama. Beberapa orang mungkin lebih menyukai pengkodean yang bersih, sementara yang lain lebih menyukai penataan bertingkat dalam pemrograman. Seperti yang kita ketahui, semakin banyak kode yang ada, semakin besar kemungkinan akan ada bug yang disebabkan oleh modifikasi kode di masa mendatang. Sebenarnya, selama proses pemrograman kolaborasi antar departemen, pengembangan kode tingkat tinggi akan menjadi tidak efisien dan menyebabkan berbagai masalah.

Definisi Kode Rendah
Kompleksitas pemrograman telah membatasi sebagian besar orang untuk menjadi programmer. Bahkan bagi seorang programmer, sulit untuk melakukan tugas R&D secara efektif. Sebagai solusi untuk meningkatkan produksi pemrograman, pemrograman visual mulai populer. Pemrograman visual adalah pemrograman dengan kode yang lebih sedikit, yang relatif ramah bagi mereka yang tidak mahir dalam pemrograman. Pengembangan low-code adalah salah satu jenis pemrograman visual.
Konsep low-code pertama kali diperkenalkan oleh Forrester, sebuah perusahaan konsultan industri. Menurut Wikipedia, Low-Code Development Platform (LCDP) menawarkan lingkungan bagi programmer untuk mengembangkan aplikasi. Tidak seperti Integrated Development Environment (IDE) konvensional (program yang digunakan untuk menyediakan lingkungan pengembangan program), LCDP menawarkan IDE visual yang lebih mudah digunakan.
Sebagai sistem pembangunan visual, pengembangan low-code memiliki dua fitur utama: visualisasi dan penulisan kode yang lebih sedikit. Sebuah sistem atau aplikasi dapat dibangun dengan cepat dan efektif melalui operasi drag-and-drop sederhana tanpa pemrograman yang rumit.
Munculnya pengembangan low-code bertujuan untuk meringankan beban pengembang dengan memungkinkan mereka mengurangi duplikasi pekerjaan, menghindari pemborosan sumber daya dan biaya, serta secara signifikan meningkatkan efisiensi pengembangan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem. Bahkan karyawan tanpa pengalaman coding pun akan mampu membuat aplikasi.
Nilai-Nilai Inti dari Platform Pengembangan Low-Code
- Meringankan beban kerja, meminimalkan kebutuhan pengujian untuk memperbaiki bug, dan mengurangi biaya komunikasi dan waktu.
- Atasi hambatan bisnis dengan cepat membuat aplikasi berdasarkan templat atau antarmuka visual melalui fitur Seret dan Lepas (Drag-and-Drop).
- Ubah aplikasi dan proses bisnis dengan mudah.
- Kurangi waktu pengerjaan proyek Anda secara drastis.
Fungsi Inti dari Platform Pengembangan Low-Code
Penyuntingan Visual
Berdasarkan antarmuka visual, personel bisnis dapat melakukan operasi seret dan lepas sederhana serta mengkonfigurasi data untuk analisis dan presentasi. Meskipun pengkodean tradisional juga sebagian dapat diedit secara visual, pengembangan low-code menekankan keseluruhan proses, dari front-end hingga back-end, di semua tingkatan teknis.
Manajemen Siklus Hidup
Ini mencakup berbagai aktivitas operasional mulai dari fase desain hingga pasca-peluncuran, termasuk pengembangan, konstruksi, pengujian, dan penyebaran. Alat low-code memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi tentang aplikasi yang dibuat dan pengembangannya, serta memungkinkan mereka untuk kembali ke versi sebelumnya untuk manajemen siklus hidup aplikasi yang lebih baik.
Kemampuan ekspansi yang tinggi
Platform pengembangan low-code mendukung pembuatan aplikasi dan penambahan komponen fungsional dengan lebih sedikit pengkodean. Platform ini juga mampu beradaptasi dengan peningkatan jumlah pengguna seiring pertumbuhan bisnis, secara substansial meningkatkan kapasitas kustomisasi dan fleksibilitas.


