Panduan Pelacakan Pemeliharaan dan Kalibrasi Peralatan

Panduan Pelacakan Pemeliharaan dan Kalibrasi Peralatan

Rencanakan field pemeliharaan, kalibrasi, bukti servis, downtime, dan izin penggunaan kembali sebelum membuka template kontrol peralatan.

Pelacakan pemeliharaan dan kalibrasi membantu menjaga ketersediaan serta keandalan peralatan. Panduan ini membantu tim menentukan jatuh tempo servis, record kalibrasi, status downtime, bukti, dan langkah izin penggunaan kembali agar peralatan tidak kembali digunakan sebelum benar-benar siap.

Pelacak Pemeliharaan PeralatanMulai dari: Pelacak Pemeliharaan Peralatan
01

Lacak kebutuhan servis dan status peralatan sekaligus

Record pemeliharaan harus menunjukkan peralatan apa yang perlu diperbaiki, alasan perbaikan, siapa owner servisnya, dan apakah item tersebut masih bisa digunakan.

  • ID peralatan, nomor seri, lokasi, kategori, dan owner.
  • Jenis pemeliharaan, deskripsi masalah, jatuh tempo, prioritas, dan interval servis.
  • Status tersedia, sedang diservis, tidak beroperasi, ditahan, dipensiunkan, atau diizinkan untuk digunakan kembali.
  • Checkout, pengembalian, inspeksi, atau record masalah yang ditautkan saat servis dipicu oleh penggunaan.
02

Pisahkan bukti kalibrasi dari catatan pemeliharaan

Kalibrasi sering memerlukan bukti yang lebih formal dibanding pemeliharaan rutin. Pastikan field status kalibrasi, sertifikat, jatuh tempo, dan hasil tetap terlihat.

  • Jatuh tempo kalibrasi, tanggal kalibrasi terakhir, hasil, dan status toleransi.
  • Sertifikat, teknisi, laboratorium, bukti file, dan catatan.
  • Status di luar kalibrasi dan periode penggunaan yang terdampak.
  • Tanggal kalibrasi berikutnya dan owner.
03

Buat downtime dan ketersediaan terlihat jelas

Workflow pemeliharaan harus membantu tim melihat apakah peralatan tersedia, tidak beroperasi, menunggu suku cadang, menunggu vendor, atau siap kembali digunakan.

  • Mulai downtime, perkiraan selesai, selesai aktual, dan alasan downtime.
  • Suku cadang yang dibutuhkan, vendor, owner servis, dan tanggal pembaruan berikutnya.
  • Peralatan cadangan atau item pengganti jika operasional terdampak.
  • Status ketersediaan setelah perbaikan atau penutupan kalibrasi.
04

Wajibkan izin penggunaan kembali sebelum peralatan dikembalikan

Catatan servis yang selesai tidak selalu cukup. Peralatan kritis harus memiliki keputusan izin penggunaan kembali dengan bukti, peninjau, dan status kondisi.

  • Bukti penyelesaian, catatan teknisi, peninjau, dan tanggal izin penggunaan kembali.
  • Kondisi setelah servis serta status lulus/gagal keselamatan atau kalibrasi.
  • Keputusan siap untuk checkout, siap untuk penyimpanan, penggunaan terbatas, atau dipensiunkan.
  • Jatuh tempo servis atau kalibrasi berikutnya.

Field pelacakan pemeliharaan dan kalibrasi

Gunakan field ini untuk menghubungkan kebutuhan servis, downtime, bukti kalibrasi, dan keputusan izin penggunaan kembali.

Area fieldYang perlu dicatatKeputusan yang didukungOwner
Identitas peralatanID aset, nomor seri, lokasi, kategori, owner.Item mana yang perlu diservis.Owner aset
Kebutuhan pemeliharaanMasalah, jenis servis, jatuh tempo, prioritas, interval.Apakah servis diperlukan sekarang.Owner pemeliharaan
KalibrasiJatuh tempo, hasil, sertifikat, teknisi, toleransi.Apakah item layak untuk penggunaan terkontrol.Owner kalibrasi
DowntimeStatus, alasan menunggu, suku cadang, vendor, perkiraan selesai.Apakah operasional memerlukan rencana cadangan.Pemeliharaan atau operasional
Izin penggunaan kembaliBukti penyelesaian, peninjau, tanggal izin penggunaan kembali, jatuh tempo berikutnya.Apakah item bisa kembali digunakan.Peninjau atau owner aset

Pertanyaan tentang pelacakan pemeliharaan dan kalibrasi

Apa bedanya pelacakan kalibrasi dan pelacakan pemeliharaan?

Pemeliharaan melacak pekerjaan servis dan perbaikan. Kalibrasi melacak apakah peralatan ukur atau peralatan terkontrol telah diverifikasi terhadap standar yang diwajibkan dan dapat digunakan dengan aman atau akurat.

Apa saja yang harus ada dalam pelacak pemeliharaan peralatan?

Sertakan ID peralatan, masalah, jenis servis, prioritas, jatuh tempo, owner, status downtime, catatan suku cadang atau vendor, bukti penyelesaian, dan status izin penggunaan kembali.

Kapan peralatan harus diblokir dari checkout?

Blokir checkout saat peralatan melewati jatuh tempo untuk servis atau kalibrasi kritis, rusak, tidak aman, tidak memiliki aksesori wajib, atau belum diizinkan digunakan setelah pemeliharaan.

Buka pelacak pemeliharaan peralatan

Pratinjau template Jodoo, lalu sesuaikan jatuh tempo servis, bukti kalibrasi, status downtime, antrean owner, dan pemeriksaan izin penggunaan kembali sesuai proses Anda.

Pratinjau template ini