Panduan Workflow Persetujuan Proyek

Rencanakan workflow persetujuan proyek untuk intake proyek, review permintaan, penugasan owner, kontrol perubahan, pelacakan issue, dan tindak lanjut status.

Persetujuan proyek lebih mudah dikelola ketika setiap permintaan menjelaskan kebutuhan bisnis, cakupan, waktu, dampak, owner, dan jejak keputusan sebelum pekerjaan dimulai. Gunakan panduan ini untuk menentukan logika permintaan dan review sebelum membuka template proyek atau permintaan pekerjaan di Jodoo.

Formulir Permintaan ProyekMulai dari: Formulir Permintaan Proyek
01

Mulai dengan intake proyek yang lengkap

Workflow persetujuan proyek membutuhkan konteks yang cukup agar reviewer dapat memutuskan apakah pekerjaan siap dimulai, didanai, memiliki owner, dan layak dijalankan.

  • Pengaju, departemen, owner proyek, alasan bisnis, hasil yang diharapkan, tenggat waktu, dan tim yang terdampak.
  • Cakupan, deliverable, prioritas, dependensi, estimasi effort, file, dan risiko yang sudah diketahui.
  • Konteks anggaran atau sumber daya, approver yang diperlukan, serta apakah permintaan ini terencana atau mendesak.
02

Buat keputusan persetujuan menjadi jelas

Approver harus memberikan hasil dan alasan yang jelas agar permintaan proyek dapat dilanjutkan, dikembalikan, atau ditolak tanpa kebingungan.

  • Setujui, tolak, kembalikan untuk informasi tambahan, tunda, atau arahkan ke owner lain.
  • Owner keputusan, tanggal, alasan, syarat, dan perubahan yang diminta.
  • Cakupan yang disetujui, prioritas, tanggal jatuh tempo, dan owner pelaksana yang bertanggung jawab.
03

Tentukan kapan perubahan perlu direview

Setelah disetujui, workflow harus menunjukkan kapan perubahan pada cakupan, waktu, biaya, risiko, atau deliverable sudah cukup besar hingga memerlukan change request formal.

  • Alasan perubahan, diajukan oleh siapa, area dampak, milestone yang terdampak, dan keputusan yang diperlukan.
  • Dampak pada timeline, dampak biaya atau sumber daya, tingkat risiko, dan persetujuan stakeholder.
  • Status perubahan disetujui, ditolak, menunggu, dibatalkan, atau diterapkan.
04

Pastikan issue dan penutupan tetap terlihat

Persetujuan proyek tidak berhenti saat permintaan diterima. Tim membutuhkan cara untuk melihat issue terbuka, hambatan, dan catatan penyelesaian akhir.

  • Owner issue, tingkat keparahan, tanggal jatuh tempo, alasan hambatan, dan tindakan berikutnya.
  • Bukti penyelesaian, catatan penutupan, pembelajaran yang didapat, dan tindak lanjut yang masih tersisa.
  • Dashboard untuk persetujuan yang menunggu, perubahan yang terlambat, pekerjaan yang terhambat, dan permintaan yang sudah selesai.

Field persetujuan proyek yang perlu ditentukan sebelum membangun workflow

Gunakan field ini agar review permintaan, kontrol perubahan, dan keputusan penutupan tetap terhubung.

Area fieldYang perlu dicatatPertanyaan reviewOwner
Konteks permintaanPengaju, alasan, cakupan, tenggat waktu, tim yang terdampak.Mengapa pekerjaan ini perlu dimulai?Pengaju
PersetujuanApprover, keputusan, alasan, syarat, owner yang disetujui.Apakah permintaan ini sudah siap?Manajer atau owner proyek
DampakAnggaran, kebutuhan sumber daya, risiko, dependensi, prioritas.Apa yang akan berubah?Reviewer
Kontrol perubahanAlasan perubahan, dampak timeline, dampak biaya, status.Apakah cakupan yang disetujui perlu diubah?Owner proyek
PenutupanCatatan penyelesaian, bukti, issue yang masih terbuka, status akhir.Apakah pekerjaan ini benar-benar selesai?Owner

Pertanyaan tentang workflow persetujuan proyek

Apa itu workflow persetujuan proyek?

Ini adalah proses untuk mengumpulkan permintaan proyek, meninjau kebutuhan bisnis dan dampaknya, menyetujui atau mengembalikan pekerjaan, serta melacak perubahan atau issue setelah persetujuan.

Apakah change request harus menjadi bagian dari workflow yang sama?

Keduanya sebaiknya terhubung. Permintaan proyek mendefinisikan pekerjaan yang disetujui, sedangkan change request mendokumentasikan perubahan lanjutan pada cakupan, timeline, biaya, atau risiko.

Apakah ini juga bisa mendukung permintaan kerja internal?

Ya. Permintaan kerja internal dan permintaan proyek dapat menggunakan field intake dan antrean owner yang sama, lalu dipisahkan berdasarkan kategori, kebutuhan persetujuan, dan dampaknya.

Buka template permintaan proyek atau kontrol perubahan

Pratinjau template awal, lalu sesuaikan field permintaan, langkah persetujuan, dampak perubahan, antrean owner, dan dashboard status untuk tim Anda.

Pratinjau template ini